Love graphics, photoshop, ice cream, snacks, new things, new place, everything. Dislike waiting, rejections. Lazy class A++. Bad at sport (not a good
Mark Gouttorde and Hyacinth Dauche @ IH are mine.
title: the very post of mine Halo... udah lama ya gue nggak blogging, haha. Whatever, ini blog kayaknya emang bakal gue telantarin aja, karena gue juga udah eneg lama-lama sama dunia perbloggingan, atau kalau mau khusus, blogger. Dan sebagai last impression (tsaah) gue mau bikin post terakhir, dan jelas ya isinya bukan 'hai gue udah bosen sama blogger jadi gue nggak bakal blogging lagi udah ya daah'. No no no, here i want to share the very thing i had known and love for... year (maybe) to be the very post.
Kemaren-kemaren-kemaren gue udah share (a bit, kayaknya) tentang Percy Jackson kan ya, meski gak banyak-banyak amat, dan meski gue udah namatin series nya, gue males ngelanjutin share lagi tentang hal yang sama entah kenapa hahahahahahaha. Terus juga karena Harry Potter udah baassiii (ini gue tau dari taun 2000 dan itu series udah tamat dan orang-orang udah tau gimana tamatnya ngapain gue repot-repot? Lagian gue udah bosen sama dunia perPotteran, jamannya udah lewat), gue mau share yang lain aja. Dan bukan The Hunger Games karena... euforia yang gue dapet dari seri yang satu ini... somehow cuma abis baca bukunya doang, hari berikutnya BLAST! Kayaknya udah ngendap dimana tau. Kemaren juga gue beli kan ya terjemahan indo nya THG terus pas gue baca... i didnt have those excitided feelings anymore, karena gue udah baca sebelumnya dan entah kenapa pas baca versi indo-nya... nggak semenarik itu. Lebih menarik gue baca yang versi inggrisnya. And this means... only one series left (iya gue emang gak banyak baca series (full series), cuma empat, lima kalo laskar pelangi dihitung, dan iya, gue gak baca twilight full series, cuma buku pertama and done, gue gak ngelanjut lagi), and the series iiiss... Jessica Darling series. Dengan buku pertama dan selanjutnya: Sloppy Firsts, Second Helpings, Charmed Thirds, Fourth Comings, aand Perfect Fifths. Kalau kalian penggemar teenlit-chicklit whatevah, dan emang ngoleksi semua teenlit-chicklit yang pernah dijual, i bet (a bit) kalian pernah dengar. Buku pertama dan keduanya memang pernah dicetak di sini dengan terjemahan Cadangan Pertama dan Porsi Kedua. Yes yes yes yes gue baca teenlit. Tapi lebih ke yang punya luar, bukan yang asli indo. HAHA CALL ME PENGKHIANAT BANGSA. But seriously, gue eneg sendiri baca dialog gue-elo di novel and you know whaaatt? Teenlit indo is... all the same pattern. Okelah namanya juga teenlit, dan ini Sloppy Firsts bisa jadi 'all the same pattern' juga bagi orang lain, but one thing. Sloppy Firsts is, I found, more relatable. Itu sekitar tahun... entah 2007 atau 2008, gue gak inget persis karena gue gak pernah punya kebiasaan claiming buku (tanda tangan or semacamnyalah) pas dibeli, yang jelas waktu itu masih ada di rak, baru terbit mungkin... watevah. Gue ambil karena... idk, mungkin karena itu satu-satunya novel terjemahan yang menarik ada di situ ==" And so so. Formatnya kayak jurnal gitu, kalo nggak punya ide format-jurnal kayak gimana, pernah baca Princess Diaries? Nah ya macam begitulah. Background: Jadi Jessica Darling ini sobatnya, Hope, pindah ke Tennessee, gara-gara kakaknya mati OD (Heath) dan itu bonyoknya gak mau si Hope ini ikut-ikutan kayak gitu juga jadi dia dibawa pulang kembali ke kampung halamannya, Tennessee. Dan ya you know what lah si Jessica ini jadi gimana, sakit hati dsb. Nah, Jessica ini somewhat Class Brainiac (baca: Jenius Kelas), atlit lari di sekolah karena dipaksa(?) ayahnya, the only virgin in her school--Pinevile High, rada sarkas (this is what i like MOST), dan rela-meski-gak-tahan sticking out with Clueless Crew (Kru Konyol kalo di terjemahannya), which consists Bridget (dulunya temen masa kecilnya Jess yang paliing deket), Manda, Sara. Got the picture? And there is Scotty, ex Jessica waktu kelas delapan, yang waktu smp culun, sma nya jadi Jocks. Lalu Pepe, atau Pierre, siapalah, temen sekelas bahasa Prancisnya. Terus Len Levy, taksiran Jessica pas masih kelas... 5 SD? Tapi ditolak mentah-mentah pas Valentine, dan si Len Levy ini... what, jerawatan, or watever, dan dia, saingan Jessica dalam, apa tuh, prestasi sekolah, nilai, dsb. And there is... *tarik napas* There is this guy, named Marcus Flutie (such a funny name, yeah i know what youre thinking, but dont look that side), Gregs sekolah (Gregs: pemakai), setahun lebih tua dari Jessica tapi satu angkatan karena alasan tertentu, dan temen make nya Heath, well he was. Yes, you can say this is a love story. Yes, somehow i could like a love story. Even if I always say my favorite genre is fantasy. I dont really like the fusion of romance and fantasy. Somehow I prefer to choose a relatable love story with relatable character. And, for me, Jessica Darling is relatable. With her hatable-high-school, and her way of thinking. RIGHT. I'm so subjective. If thats what you're thinking. Hahahahahahaah I already told you bekgron Sloppy Firsts gimana (btw itu latarnya pas Jessica masih di tahun Sophomore-nya di Pinevile High). And I guess I'm a lazyass to tell you furthermore. The details and details, it just boring to tell. I would like to tell you the interesting part, or, at least, what i think is interesting. Pertamaaa... (dan mungkin satu-satunya...) Chemistry between Jessica dan Marcus. Really, it just felt so reaal and... yeah. I love and love and love how they talk each other. Or should I say... Gue suka dan suka dan sukaaa sama karakter Marcus. Things: He had this ADD. A-D-D. Attention Deficit Disorder. So he 'never stops jiggling his foot, drumming his fingers on his desk, twirling and letting go of his tie, and so on'. And he also has this... apa ya namanya, pokoknya when Jessica is having a conversation with him, he tends to jump from topic to topic, often without finishing up one train of thought before branching off into another, which splinters off into another, and another, and so on. So one conversation with him contains a bizillion schizophrenic discussions. And, somehow... I thought that's cool. (Great, think of Percy Jackson, he also has this kinda Disorder, now what you think?) End of book 1: Jessica said "Fuck you" to Marcus, just after Marcus told her aaalll the truth. What the truth is, well, get a read --a Second Helping. (I found this book in a... bookstore abalan, and you know whaaat, ini buku DISKON 75% which is harganya jadi 12.500 RUPIAH dan itu jujur saja agak mengagetkan ya karena gue pikir ini buku bagus dan ketika tahu harganya segitu... well, ternyata emang nggak laku ya di sini) So Jessica is trying to forget Marcus, or what, avoiding him. Thats pretty sad, because, well, I just love their conversation together (yeaaa this thing again, have i mentioned it?). And because this book is written in journal-style, and so the first book, it means the book is told from Jessica's point of view, I guess I wont see much Marcusness right? Since Jessica was like, uhm, yeah, you-know-what. Aand... she's with Len Levy then, hahaha (dan dia sudah tidak jerawatan dan tidak culuuun dan teman dekatnya sekarang Marcus Flutie, ha). He always stuttering, nervous and always say "um" right after he said one word. Dan dia kalau ngomong... lucu. Lucu tapi aneh, kocak jadinya, gitu deh, hahaha. Kay, imma give you like, an example: What I Asked: “How was your summer, Len?” And Jessica made up with him. Uhh, like really, they dont even have this chemistry. Mereka nggak nyambung. “Gladdie, Moe, Irene, it’s been a pleasure. I’ll see you again soon.” Then I turned to Marcus. “May I have a word with you please?” Words. HAHA. You may dont get it, but... yeah. And... “Again, I must compliment you on your costume.” HA! Teenflick. Marcus has backed off ever since I blew a hole in his “I’m helping Len” alibi. Silently and simultaneously, we decided to take a nonantago-nistic yet not-quite-tight approach to dealing with each other. We talk, but not really. Do you get it? You dont have to, anyway. And, this is when Pinevile High isnt getting a Homecoming and all the students protested and making mess. “We should do something else on Friday,” Marcus said, grinning down at the melee. I CANT STOP SHARING. SORRY! I JUST, LOOK, I THINK I HAVE THE NEED TO SHARE EEEVERYTHING I LIKE ABOUT THIS BOOK, BECAUSE, WHAT, THIS IS NOT WHAT EVERYONES-READ BOOK. SORRY CAPSLOCKING, I AM A LAZYASS TO GET A BACKSPACING AND ALL. “Aren’t you going to ask me how Len is doing?” AND THIS! THIIISS!! When Jessica ended up using E and was about to fcuuuuuk Len in his car but not going because she blabbered TOO MUCH about the past between Marcus and her and how she's so unsure that she wouldve fcuuuuuk anyone but Marcus and and and... Len's mad. And then Len and Marcus and Jessica ended up meeting at somewhat dinner place. To.. what? Clear things up. “Nothing happened between us.” THIS IS WHAT HAPPENS NEXT. Len leaned over and kissed me for a little bit, which was rare for us because we are against PDAs. Len is against them because he feels it is an inappropriate breech of etiquette to let your hormones and emotions get the better of you in a public setting. I am against them because I usually can’t handle seeing anyone I know get physical with anyone else I know. I get all skeeved out. So why should / be any exception? Thats when I get my hope. HA! Really. And, as I said, I CANT STOP SHARING. Here another scene, its when.. Oh, wait... on second thought, I may not gonna share this one. Maybe this one, its when Len FINALLY dumped JESSICA. His dumping speech: “It’s not you. It’s me. And it’s also my mom. She really doesn’t like you very much, and it’s made it difficult to spend time with you, and I thought it was counterintuitive to continue a relationship with someone I can never see. Also, my future is very important to me and I can’t help but feel that since I’ve been with you, my priorities have shifted but not in a positive, productive way. Lately I have realized that we have opposing views on important subjects, including, but not limited to, sexual relations before marriage. I feel that I’ve gotten all I can from this life experience, and that the best thing for both of us is if we put an end to this now, so we can move on to a more fulfilling future.” And Jessica, well... after that she was like taking days off from school, and when she's back, she tried very hard, to act so quiet and dignified grace. But she's failed. And this what happens when she finally met Len: “Urn. Jess.” And, this is in Bahasa, I KNOW, THIS IS WEIRD BECAUSE IM A LAZYASS, BUT THIS IS, JUST SO AS YOU KNOW, AN EXCEPTION, I REALLY LIKE THIS PART!! "Mm. Jess." In the end, maybe I dont even need to tell you, but this is it: Jessica ended up with Marcus. HA! And, in the end of the book, which is, the Graduation Day, there is this part where Jessica, hmm... gave her speech and I sorta like it. Maybe that because I already in a Graduation Day before and reading this makes me like... hm, nostalgia or what, but it felt sooo reaal. I think I was going to cry when I read the speech.
Charmed Thirds: Jessica in Columbia. Some problems. Etc etc. Definitely not my favorite among the series. Fourth Comings: Jessica's... what should I call it, well... uhm, so, Marcus asked Jessica to marry him and... this book is about Jessica deciding whether she would say yes or no. And she said no. Perfect Fifths: Now, now... THIS IS WHAT I LIIIIKE BEST! Soo... this book is just... no, its not told in a journal-style anymore, its told from a third person point of view, WHICH MEANS, I finally have a peek on Marcus's thought HAHAHAHAHAHAHA. So Jessica is in airport, she's in hurry because she's late, and Marcus is there, too, and blablablabla. The timeline is about 3 or 4 years after Marcus proposed to Jessica, and the book itself is just span like 18 hours, no more than one day, but this is the big part of it. Its only about Jessica and Marcus. And with Jessica and Marcus, this means there must be something like dialogue and or conversation between them, and to complete it all, I ALWAYS LOVE THE CONVERSATION BETWEEN THEM TWO. Sooo... Jessica ran over Marcus at the airport, and they were too.. what, speechless to say something (or ask something, haha) but few words and it all FULL OF, what it is, awkwardness. And, weell, Jessica missed her flight to Bridget and Pepe's wedding, and Marcus couldnt stop stalking her until... the Officers caught him and when they asked him whats he doing he said that he's waiting for his friend and when the officers ask him wheres his friend Marcus pointed to Jessica's place and so the Officers brought him there and Jessica and Marcus met and Jessica saved Marcus and the officers left. And then they (Jessica and Marcus) got themselves in Starbucks near there, having conversations that so random. And in the book, its all DIALOGUES. I mean, dialogue, like, dialogue. Only dialogue, without description or what. And... I REALLY LIKE IT!!! That makes this book like a... quick read. I always love quick read. AAAAANNDD, THERE IS THIS PART WHERE ITS ALL ABOUT SENRYUS! Jessica and Marcus passing pen and notebook to communicate each other, by senryus. IM GIVING YOU, SURE! This is the most most most most WHOA part in this book. I like it much much much much muuuucch. I. She writes So inspiring. The end of the last book, you already know. Or, you can expect it. Many people says its so disappointing. But I say, it is perfect. With all those dialogues and senryus. I only want to see Marcus and Jessica, so I dont need any other characters to come up, so this book is perfect for me. And I really, really, go aww-ing after I finished this series. I was pretty sad, yes, I won't see Marcus and Jessica anymore. But its end. End to all ends. And so my post. And this blog. Thank you very much. |
|
title: tidak tahu Apa? Apa?
Saya punya koordinasi yang sungguh jelek antara otak dan syaraf-syaraf saya. Saya ingin melakukan ini, alat gerak saya melakukan lain. Saya ingin bicara ini, mulut saya malah terkatup rapat. Dan sekarang saya berpikir apa yang saya ketik ini sungguh sampah, mungkin lebih baik saya pencet backspace sekarang. Atau tidak. |
|
title: i almost LMAOed in the bookstore Nah, teman-teman, saya punya sesuatu untuk disebarluaskan, lagi *ngakak*
Uhm, okei, jadi kan ya kemaren malam gue ke gramed tuh (setelah sekian lama gue nggak deket-deket toko buku, lebih tepatnya selama berbulan-bulan, lebih lebih tepatnya tidak ada yang tahu kecuali yang tahu), membeli beberapa buku tulis dan lain-lain dan lain-lain (kayaknya nggak penting banget nyeritain gue keliling gramed buat nyari buku). Bagian serunya bukan itu, bagian serunya itu pas gue akhirnya sampe di bagian novel dan akhirnya face-to-cover sama percy jackson, mwakakaka. Oh, apa? Nggak tau percy jackson? Google-lah, nak, sedikit banyak itu akan membantu :) Well, ehm, hal pertama yang gue sadari adalah gue sempat menarik napas sebelum mengangkat alis mengamati tiga seri berderet di depan mata. Pertanyaan kehormatan untuk penerbit buku kehormatan yang menerbitkan buku kehormatan dan tentu saja begitu kalau tidak kenapa ia disebut 'penerbit buku kehormatan' kalau ia tidak menerbitkan buku 'kehormatan', benar? Nah, ini dia: First of all, honor publisher, whats the point for adding that 'hole' in the cover? Mungkin mereka ingin cover yang unik. Meski dengan cara yang salah. Cukup salah karena itu membuat cover nya terlihat sooo eew. Salah karena membuat orang-orang makin tidak melirik pada isinya. Lebih salah karena pada dasarnya nyaris semua orang judge book by its cover. Sangat salah karena mereka tidak menggunakan cover versi US karena (lagi) cover versi US lebih keren dibanding cover versi negara lain. Gue kan ngambil tuh satu Sea of Monsters yang udah lusuh (cukup lusuh) dan bolak-balik isinya. I almost LMAOed right in the bookstore with Sea Of Monsters right opened in my hand. Gue nyaris ngakak kejer. Kalau aja gue lupa itu ada lima orang yang berkutat di rak yang sama. Nah, setidaknya itu cukup berhasil membawa gue kembali ke suasana dan berusaha mati-matian menahan tawa. Oke, jadi kemudian setelahnya gue ngambil satu Titan's Curse tak bercacat plus plus satu teenlit (terjemahan, harus). (Selingan: Kenapa kita suka teenlit. Karena kita masih remaja dan kita masih mencari jati dari, umum pada umumnya kita lebih tertarik pada kisah yang tokohnya setidaknya memiliki satu atau beberapa kemiripan dengan kita sehingga kita akan memaksakan diri untuk berpikir seperti 'omg, itu kan gue banget!' 'astaga mirip banget ama gue' atau 'omglolwth' dan kemudian kita akan menganggap kalau kitalah yang ada di cerita (atau bagian dari kita) dan kemudian beberapa dari kita akan terpengaruh dan semuanya. Umum pada umumnya juga kita akan mencari tokoh utama yang setidaknya masih sekolah karena kita juga masih sekolah. Selingan dari selingan: Kenapa kita suka teenlit luar (terjemahan) dibanding teenlit lokal (dalam negeri). Karena kita begitu malas dengan teenlit lokal yang entah kenapa bagaimanapun daya tariknya tetap saja kelihatan murahan di mata kita. Mereka tidak menyediakan apa yang kita butuhkan dari teenlit: bahasa keren dan asyik, karena teenlit lokal sebagian besar akan menggunakan bahasa percakapan seperti 'gue-elo' dan entah kenapa itu rasanya sangat asing untuk disebutkan dalam buku, mungkin karena kita sudah mendengarnya terlalu sering dan rasanya akan seperti sungguh pasaran, atau mungkin karena kita lebih suka bahasa percakapan seperti 'aku-kau', tanpa perlu terasa formal. Atau karena kita memang lebih suka bahasa aneh yang sulit dimengerti pada umumnya tapi kita mengerti dan itu asyiknya. Dan kita adalah orang-orang yang sebagian besar lebih sering melirik pada Barat dan begitu tertarik dengan mereka dan budaya mereka maka kita pun membeli apa pun yang berhubungan dengan mereka agar setidaknya, ehem, mengerti akan mereka. Kemudian kita juga beranggapan kalau teenlit lokal ceritanya terlalu biasa dan seperti opera-opera sabun yang senang sekali stripping di televisi. Hidup biasa, ketemu cowok, blablabla, blablabla, blablabla. Semuanya tambah membosankan dengan dialog 'gue-elo' yang membuat segalanya tampak seperti naskah opera-sabun yang segera tayang. Bukan berarti teenlit luar bagus semua, tapi memang ada beberapa yang berkesan. Nah, ya, beberapa. Tapi beberapa itu tak ada di teenlit lokal, itu yang menyedihkan. Im talking bout Jessica Darling series, actually. Oooke, gue nggak akan promo, ini kan cuma selingan dari selingan yang entah kenapa lebih panjang dari selingan yang seharusnya dan kita semua melakukan ini tanpa sadar karena kita terlalu asyik dengan keyboard yang enak dipencet atau pikiran yang sedang santai atau karena ada banyak hal yang ingin kita utarakan keluar) Di rumah, gue langsung examinate (cie dulu ah) itu buku. Well? Komentar pertama? HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!11!!@1!! Komentar kedua? PfftlkhidnflsdkfhisAHAHAHAHAHA!!! Komentar ketiga? ................ Nah, gue nggak bakal lama-lama, mari kita susun saja list-nya. Pertama, jelas jelas sekali. Masalah terjemahan. "Nggak usah, makasih, Bu." "No, thanks, Mom." Okeeei... whats up with thats all? Mengganti Ms. jadi 'Bu'? Wait, nggak cuma itu, mereka bahkan menerjemahkan Mr. Chiron jadi PAK CHIRON dan Mr. D jadi PAK D (which is funny, i mean if you say PAK D in Bahasa it'll sound like Pakde and... isnt it funny? Oh yes i know, its annoying). He? Kalian nggak liat dimana sisi annoyingnya? Oh geez... let me tell you, this is American novel. Yang bikin orang amerika, dan jelas suasananya, di novel itu, so american. Well? Mengubah 'Mom' jadi 'Ibu' dan 'Mr' jadi 'Pak' atau 'Bapak' jelas menyalahi aturan. Maksud gue... LIAT HARRY POTTER! Nggak ada tuh Bu Dursley, Pak Dursley, Bu Weasley (astaga menjijikkan sekali). They keep things as it was. Istilahnya, nggak maksa. Dan ini, novel favorit gue sekarang, terjemahannya maksa. Gue, sebagai salah satu dari sekian orang yang memposisikan PJO sebagai fav series this time, merasa terhina. Gah. Precisely, saya menganggap ini tim terjemahan PJO terlalu meng-indonesiakan PJO, zzz. Ini membuat kesan kalau PJO nggak keren. Aduh, apa sih yang keren dari 'Pak', 'Bu', 'Bapak', blahdiddyblahblah. Oke, ini novel anak-anak. Iya deh, tapi—astaga, tidakkah kalian merasa ini membuat Percy kelihatan lebih... sopan? Bandingkan ini: "Kau... Bapak sudah menikah? Tapi kukira kau mendapat masalah karena mengejar seorang peri pohon—" "You're... you're married? But I thought you got in trouble for chasing a wood nymph—" Ha apa? Mau sopan? GANTI AJA SIH 'YOURE' NYA JADI 'ANDA', SUSAH AMAT! GAK USAH PAKE BAPAK DEH! Eh maaf, tadi itu hanya kekesalan kecil saya. (Dan gue cukup heran kenapa nggak sekalian aja 'Kau... kau sudah menikah' kalau di depannya udah pake 'kau', zzz) So much for translation, semoga terjemahannya ini diperbaiki pas buku 4. Amin deh amin. Gue antara pengen ketawa dan pengen lempar buku versi indonya. Kedua, ehem... WHATS WITH ADDING THOSE CREEPY (yeah right creepy) ILLUSTRATION???!!! Ini yah, GUE NGGAK NGERTI DEH. Apakah di versi aslinya memang ada ilustrasi-ilustrasi nggak jelas yang kayak gitu? ATAUKAH INI CUMA KERJAAN ISENG-ISENG BERHADIAH OLEH YANG MULIA... (mengintip Titan's Curse versi Indonesia) euh, KEBUN ANGAN? HELLO THERE, PAK KEBUN ANGAN, bisakah anda berhenti memberi ilustrasi-ilustrasi nggak jelas itu, PLEASE? KAMI PUNYA IMAJINASI SENDIRI DAN GEEZ nggak perlu bantu kami, oke? Lebih asyik kalau kami yang membayangkan sendiri. Bukannya saya nggak mengapresiasi sih ya, hanya saja ilustrasi itu kelewat... apa tuh namanya? Jadul? Oh ya itulah, sama sekali nggak ada keren-kerennya. Hello? Buku keren ilustrasi juga harus keren kan? Ini apaan, buku keren ilustrasi kayak... you give the best phrase, i cant find one -___- Saya kecewa. Saya. Kecewa. Ke-ce-wa. CUHPRET GUE KECEWA MAMPUS! THEY RUINED IT ALL! Sampai sekarang gue gak bisa nebak buat apaan lubang di cover itu. Okei, cukup deh ya. |
|
title: im freakin crazy today and u shouldnt read this freakin crazy entry but who could resist if you already did, sure Pertama dari segala pertama-pertama yang pernah ada, tampaknya gue harus bersugesti kalau flu adalah semacam appetizer, dimana menu utamanya bisa macam-macam, dan kalo gue bilang macam-macam, memang 'macam-macam'. Jadi intinya kemarin setelah kasus bzzzt dalam kepala nggak selesai-selesai, gue memutuskan tidur. Hm, hm. Ha, kayak tidur bakal ngilangin segala bzzzt-bzzzt itu aja, BLA HA HA. Maghrib-nya gue bangun dengan berbagai kombinasi feeling yang artinya cuman satu: im having this not-so-delicious body.
... ...... Kalian ketawa kan? Oke, gue memang memaksudkan yang tadi buat humor selingan, jelas. Jadi setelah kasus bzzzt bzzzt dan 'im having this not-so-delicious body' ini berfusi, tak ada pilihan lain selain tidur. Selain karena kepala gue memang terasa sangat berat, vision gue waktu itu memang agak agak... apa yah? Menguning? :-? Pokoknya itulah. Paginya gue dibangunkan dengan indra pengecap yang tiba-tiba saja jadi pahit. Aha ha ha. Sorenya gue keringat dingin, jger. ... ......JGER! Kedua, gue menghabiskan hari ini, yang tadinya gue rencanakan untuk pergi ke sekolah untuk menuntut beberapa masalah, seperti nama gue gak ada di daftar pembagian kelas XI--oh yesh, nama gue gak ada, which is such an insult, maksud gue, apaan tuh? To be exact, WHAT THE HECK THAT SCHOOL THINKING WITH NOT MENTIONED MY NAME IN ANY CLASSES? *gebrak meja* ARE THEY GONNA MAKE THIS WAR WITH ME? *tendang kursi* AND--GOD, DO I HAVE TO TELL THEM THAT THEIR SENSE OF HUMOR ARE REALLY REALLY REALLY DISTRACTED? *lempar papan tulis* (i mean, i know my sense of humor is double distracted, but look at them! THEIRS ARE TRIPLE DISTRACTED! Which, if that still not make any sense for you, is worse) WHY PEOPLE MUST RUIN MY LAST-LAST-LAST DAY OF THIS HOLLYDAY BY TELLING ME THAT THERE IS NOTHING ABOUT MY NAME MENTIONED IN THOSE EFFIN PEMBAGIAN KELAS, BLAH! WHATS WRONG WITH YOUR DATABASE? DO YOU REALLY REALLY WANT TO MAKE ME WANT TO RUIN IT *like i would--wait, like i could, but thats no matter, we added this for dramatical reason--you know, people loves drama, market level*??! OOOH SO MUCH FOR DATABASE! I HATE YOU, SCHOOL! *packing* *hilang ditelan gelapnya malam* tapi ternyata gue mengurungkan niat, karena gue terlalu MALAS dan terlalu BETE hanya dengan mengingat masalah PEMBAGIAN KELAS yang entah kenapa benar-benar sangat mengganggu. And, guys, when i say 'sangat mengganggu', i really really mean SANGAT MENGGANGGU. Hm? Kapitalasi such make this GREAT effect, he he he *kekeh nenek sihir* Oke, terlalu menyeramkan untuk standar diri gue, tapi bukan itu juga masalahnya. ... ...... so much for school-matter. Ketiga, gue bersyukur akan adanya suatu wadah imajinasi bertajuk FanFiction.net *JGER!* karena dengan itu setidaknya gue bisa melupakan sesaat akan masalah nyebelin barusan *grrr* dan menyantaikan diri dengan membaca-baca beberapa fanfic. I discovered something new, of course. Like, you know, Percy-Annabeth is just so awww. ... Let me tell you again, PERCABETH IS <333 !!!11!@!! ........... Keempat, ciao. Labels: rant, school, self, special |
|
title: bzzzzt Bzzzt.
Kira-kira begitulah bunyi otak saya sekarang. Bzzzt. Bzzzt. Bzzzzzzt. Bzzzzzzzzzzzzt. Bzzzt. Know what, people? Bzzzt. Flu adalah--bzzzt--penyakit paling--bzzzt--berbahaya. Bzzzt. Lihat saya, kepala dipenuhi bzzzt dan rasa-rasanya kepala gue baru aja ditimpa emas 1 kg bzzzt. Bzzzt. Pu... pusiing bzzzt. Bzzzt. |
|
title: whatever // random part hardeehar |
|
title: okay, this is really REALLY creepin me out Soo... i was stressin out (again) with omegle, and look what i got.
Connecting to server... How could not? It was midnight and i got someone--stranger say those things to me. Might call this funny, OOOOOHHH as if it wasnt midnight, HAHA. Look, i have this... maybe we can call it paranoid, nearly to everything. Even small things, i mean it could be small things for anyone but me. Paganism, satan, ritual, hoodie people with candles in circle, WHATEVER. IM SCARED SCARED SCARED! MOAR SCARED IF SOMEONE TALK ABOUT IT WITH ME IN MIDNITE. Give me the death and you'll get me, BRILLIANT. So much for being paranoid, zzzz. |
|
title: stressin out Connecting to server... Daripada ngerjain essay numpuk kayak daftar hutang mending menggila di omegle, iya gak? HAHAHA! |
|
title: avowal ... .. . Fine fine, I admit... somehow i feel i dont really like this idea. Labels: indohogwarts, rant |
|
title: vengeance |
|